SMK Tunas Grafika Informatika
Seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman, dan atas dasar permintaan dari masyarakat sekitar Yayasan Ar-risalah Analisa Jakarta, mendirikan Sekolah berbasis Teknologi Informasi Komputer dan Grafika, diberi nama “SMK Tunas Grafika Informatika”, dengan mengedepankan nilai-nilai ke Islaman. Penerimaan perdana SMK Tunas Grafika Informatika Tahun Pejaran 2010-2011 sebanyak 124 siswa dan penerimaan Tahun Pelajaran kedua sebanyak 258 siswa tahun pelajaran 2011-2012. Sehingga sampai dengan tahun pelajaran 2011-2012, seluruh siswa yang terdaftar di SMK Tunas Grafika Informatika sejumlah 382.
Berdirinya SMK Tunas Grafika Informatika tahun pelajaran 2010-2011 menempati gedung sekolah berlantai 3 dan pada tahun 2011-2012 adanya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dengan gedung berlantai 5 (lima).
Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat akan SMK Tunas Grafika Informatika Jakarta begitu besar sehingga perlu adanya upaya-upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diantaranya adalah dengan memperluas lahan untuk area parkir dan sarana olahraga. Dari segi peningkatan kualitas tenaga pengajar yang berasal dari perguruan tinggi dan jurusan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan seluruh guru diberikan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran berupa pelatihan berbasis multimedia.
Ketua Yayasan

Puji Syukur kehadirat Allah SWT dengan anugerah-Nya kita diberikan kesehatan dan kekuatan, dengan itu kita dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya Shalawat dan Salam marilah kita persembahkan kehadapan ikutan kita Muhammad Rasulullah SAW yang telah mengeluarkan umatnya dari kegelapan kepada yang terang benderang.
Kepala Sekolah

Assalamu’alikum wr. wb.
Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara sadar untuk menuju kedewasaan diri yang didasarkan pada konsep penciptaan manusia, yaitu adanya fitrah (sifat dasar ) berupa potensi kebaikan sejak lahir. Potensi ini tidak mungkin dapat diarahkan dan dikembangkan kecuali dengan pemberian pengalaman belajar kepada siswa mengacu kepada empat pilar pendidikan yaitu: belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar untuk melakukan (learning to do), belajar untuk menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar untuk hidup bersama/ kebersamaan (learning to live together).
O S I S
OSIS merupakan bagian integral dalam tatanan keragaman civitas sekolah yang bermuara pada pengembangan pribadi berupa: Mengakui dan meyakini keberadaan Tuhan yang Maha Esa, memiliki jiwa kepemimpinan, berwawasan tinggi, memiliki intelegensi. Hal tersebut sejalan dengan Tujuan Pendidikan nasional yang terangkum dalam Undang-Undang Pendidikan nomor 20 tahun 2003 yaitu “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab“.



